Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Categories:
Fandoms:
Relationships:
Characters:
Additional Tags:
Series:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2024-01-17
Words:
698
Chapters:
1/1

Pas Meeting Berlangsung

Entire Work

Work Text

Akhirnya kelima kage sudah kumpul di satu ruangan, topi kage mereka dilepas, ditaruh di meja."Saya senang sekali kalian semua mau datang ke pertemuan hari ini," ucap seorang Hokage dengan senyum ramah dibalik maskernya."Kali ini mau ngomongin apa?" tanya Darui, nada malasnya sangat terasa di nada bicaranya.Deidarang mengangguk dua kali. "Iya, bukannya bulan lalu udah ngomongin soal pertukaran siswa, un.""Ini pasti cuman mau ngobrol biasa doang kan?" tebak Sasori, dia terpaksa datang karena katanya akan membicarakan sesuatu yang urgent."Jadi ... Kakashi, kita disuruh kumpul di sini buat apa?"Kakashi cuman senyum saja untuk menjawab pertanyaan Chojuro, bikin yang lain bingung dan menebak-nebak apa yang sedang dipikirkan Hokage yang hobi baca novel bokep Jiraiya. Obito, yang sekarang lagi gantiin Shikamaru sebagai penasihat Hokage berambut jabrik satu ini membagikan sebuah selembaran kepada 4 kage.Chojuro dan Darui langsung mengambilnya dari tangan Obito, sementara Sasori membacanya tanpa memegang kertasnya, Deidara wajahnya udah lecek, kesal aja, lagi tidak mood membaca. Jadi yang membaca selebaran itu cuman tiga kage saja, Deidara menunggu curi dengar aja dari yang sudah baca."Study tour lagi? Untuk apa?""Kali ini study tour beda dari pas di Desa Kiri. Gimana kalau dicoba begini, dari siswa akademi Konoha ke Suna, lalu yang Suna ke Iwa, Iwa ke Kumo, terakhir Kumo ke Konoha?"Deidara nampak tidak setuju. "Heee~? Kenapa dari Suna ke Iwa?" Deidara menatap tidak suka ke Sasori."Aku sih tidak keberatan soal itu."Kakashi senang mendengar jawaban Sasori dan mengangguk pelan, sementara itu Deidara mulai menggeram layaknya kucing garong. Chojuro dan Darui akhirnya mengerti kemana arah pembicaraan ini, sedikit mendapatkan petunjuk maksud dari Kakashi mengumpulkan mereka ke sini.Oh tentu membahas study tour, tidak lebih, bukan-bukan menonton drama alay antara dua Kage Pasir dan Batu ini. Choujuro dan Darui sendiri tidak mempermasalahkan ide Kakashi ini, toh tidak ada salahnya membuat siswa mengenal langsung desa lain menggunakan mata dan kepala sendiri tidak dari buku atau gulungan saja.Study tour akan dilaksanakan setelah semester berakhir, dalam jangka waktu lima hari, mau mengunjungi ke tempat seperti apa atau mau mempelajari apa diserahkan pada guru masing-masing akademi.Lagi serius, ngomongin masalah biaya dan transportasi. Sesekali meja bunyi kaya diketuk-ketuk dari bawah. Duk! Duk! suara itu muncul lagi, lebih keras dari sebelumnya dan terdengar umpatan kecil yang keluar dari mulut Deidara.Tiga pasang mata melirik Sasori dan Deidara secara bergantian, dibalik selembar kertas yang sedang Sasori pegang, wajahnya menampilkan sebuah senyum dan tertawa ringan, sementara Deidara menampakkan wajah kesalnya, dan badan gerak-gerak meskipun sudah dibisiki untuk diam oleh Kurotsuchi, Deidara tetap tidak diam."Mereka berdua asik sekali ya," kata Kakashi dengan senyum.Chojuro menanggapi itu dengan senyum kaku, Darui tidak peduli.BRAK! Deidara membanting kertas ke meja, berdiri dari kursinya sampai kursi yang diduduki bergerak mundur beberapa senti."Bisa diem gak kakinya, Kazekage sialan!" sembur Deidara dengan napsu."Aku diem kok.""Grrr ... gua ledakin lu! Un.""Boleh aja, tapi aku duluan yang bakal bikin kamu meledak karena cintaku."Beberapa orang di dalam ruangan sudah menahan muntah mendengar pernyataan menjijikan seorang Sasori, kayaknya cuman Kakashi aja yang kuat mendengar pernyataan itu.Cuman Deidara yang mendapat efek berbeda dari kata-kata manis Kazekage di depannya. Pipinya merah, jantungnya berdegup dengan kencang, tetapi ekspresi wajah tetap memperlihatkan ekspresi kesal penuh dendam kesumat."NGOMONG APA SIH?! GAK JELAS! Un.""Mau aku jelasin lebih jauh?""GAK ADA YANG HARUS DIJELASIN! Un.""Lho? Katanya gak jelas, harusnya dijelasin sampai kamu ngerti.""Gak usah, gak guna juga penjelasannya.""Berguna kok, biar kamu ngerti dan paham betapa cintanya aku padamu, memangnya kamu pikir aku suka mengunjungimu ke Desa Iwa untuk apa?""Kabur dari kerjaan, un.""Bukan, agar desa kita berdua bisa lebih dekat dan memiliki hubungan kerja sama yang baik."Ucapan Sasori makin lama makin manis dan makin membuat orang-orang mual dan perut mulas.Deidara diam, sudah tidak tahu harus melontarkan kalimat seperti apa."Jadi gimana kalau pas study tour aku ikut datang ke Desa Iwa, memperlihatkan pada mereka bahwa hubungan Desa Suna dan Iwa sangat baik, Kazekage dan Tsuchikage sangat dekat.""Ehem." Tiba-tiba Chojuro berdeham, wajahnya sedikit merah, mungkin sesuatu muncul di kepalanya. "Gimana kalau pembicaraan privat ini dilanjutin di--"Kalimat Chojuro dipotong Kakashi. "Di atas kasur aja?"Kepala Darui mendadak pening, menyesal datang ke pertemuan hari ini.

↑ Top · Fandoms