Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Categories:
Fandoms:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2016-02-13
Words:
846
Chapters:
1/1

Kenapa ya

Entire Work

Work Text

Ah, manusia yang itu mati. Hahaha. Singkat sekali hidupnya.
----Aku iblis dan kau manusia. Seharusnya manusia tak bisa melihatku dan hanya dapat mendengar bisik halusku untuk menghasut mereka mengerjakan hal yang tidak baik. Namun kau dapat melihatku yang sedang melayang-layang bosan mengupil sambil membisikkan hasutan-hasutan jahat pada seorang manusia random. Kau melihatku dan langsung melafalkan sesuatu hingga membuat diriku terbakar. Kampret. Panas tahu! Awas saja, kuikuti kau sampai mati!

Aku iblis dan kau manusia. Kau tahu dimana batas aku bisa mengikutimu. Kau rajin pergi ke tempatmu beribadah. Aku hanya bisa menunggu diluar. Habis, aku tidak bisa masuk kan? Lihat, ada listrik puluhan ribu volt disekeliling tempat ini! Jangankan bisa masuk, sehelai rambut yang kucabut dari kepalaku saja langsung lenyap terbakar sebelum memasuki tempat itu! Setelah keluar dari tempat itu, senyummu sumringah sekali. What de fuck, men? Apa yang sudah kau lakukan di dalam sana? Cahaya apa yang memancar dari tubuhmu? Dan kau bau! Bau wewangian surga! Uwegh!

Aku iblis dan kau manusia yang rajin beribadah. Kau tahu kalau aku selalu terbakar saat kau membaca kitab sucimu. Meskipun memang akan sembuh lagi setelah beberapa saat sih. Namun wajahmu terlihat bersalah dan ingin menangis. Dasar manusia. Itu bukan salahmu. Sudah bodoh, cengeng pula.

Aku iblis dan kau manusia taat yang bodohnya kelewatan. Memang kau bisa melihatku dan wujudku memang seperti manusia. Yah, memang untuk ukuran iblis, aku ini tergolong iblis yang trendi. Aku pakai jas, rambutku tersisir rapi dan juga sepatu ala bapak-bapak kantoran. Tapi bukan berarti aku bisa ikut beribadah! Aku yakin kau melihat sepasang tanduk dikepalaku dan ekor aneh dibelakangku. Aku ini iblis! Mengertilah! Memangnya iblis bisa naik pangkat jadi malaikat kalau mau beribadah? Paling tinggi, naik pangkatnya jadi manusia yang sering disebut 'sampah masyarakat'. Jadi manusia kan tidak asik. Hidup sebentar tidak berguna, mengalami banyak drama, lalu mati. Lebih baik jadi iblis, hidup lama, bisa iseng tanpa terlihat, bisa terbang pula! Yang benar saja, iblis seperti aku dihasut untuk insyaf! Heh, mimpi!

Aku iblis dan kau manusia aneh. Kau memiliki 4 orang adik laki-laki dengan wajah yang sama denganmu. Yang sering tak menghiraukan keberadaanmu, tak mendengarkan omonganmu, memotong ucapanmu, bahkan mungkin tak menginginkan keberadaanmu. Tapi tak pernah sekalipun kau marah kepada mereka. Hanya kau balas dengan senyuman sok keren dan pikiran positif seperti biasanya, lalu memakai kacamata hitammu dan pergi keluar dengan jaket kulit hitam kesayanganmu setelah pamit dengan adik-adikmu yang tentu saja tak peduli kau mau kemana. Kau bertanya apa aku masih mengikutimu? Ya tentu saja, bodoh! Kalau aku tak ada, nanti kau kesepian lalu bunuh diri. Tidak seru! Kemudian kau memasuki taman yang tidak ada siapa-siapanya. Eh? Kau mau apa sembunyi di kolong prosotan? ... 
Haah... Kalau tak bisa marah kepada mereka, jangan menangis didepanku dong, dasar sok keren!
 Aku iblis dan kau manusia yang taat beribadah. Setelah kau mati pun kau akan berubah menjadi malaikat yang dikaruniai sepasang sayap putih yang besar nan indah dan dirimu memancarkan cahaya agung. Hanya dengan melihatmu saja, aku bisa buta. Ah, tidak, bahkan saat ini pun, saat kau masih menjadi seorang manusia, cahaya kebaikanmu telah membutakanku. Tapi aku tak (ingin) meninggalkan manusia sepertimu.

Aku iblis dan kau manusia. Aku ini abadi dan kau tidak. Suatu hari, pastinya nanti kau akan mati. Saat kau mati, aku tetap akan memperhatikanmu hingga kau tertutup tanah di liang kuburmu.
------
Aku ini iblis. Aku seharusnya membawamu ke jalan yang bernama kegelapan. Menyeretmu ke neraka. Bukan malah mencoba menolongmu dari kecelakaan lalu lintas karena kau sedang membantu seorang nenek menyebrang jalan yang seharusnya saat itu memang mati tertabrak truk pengangkut pasir.

Tidak ada peraturan tertulis maupun lisan kalau iblis menolong manusia, iblis tersebut akan lenyap.

Tubuhku sedikit demi sedikit berubah menjadi pasir merah, dimulai dari kakiku. Aku tidak kaget. Toh, aku sudah terlalu lama berkelana di dunia ini. Aku mengalihkan pandanganku dari kakiku yang tinggal selutut ke jalanan. Nenek-nenek itu selamat, namun tubuhmu tak bergerak bersimbah darah. Sia-sia usahaku untuk menolongmu. Aku menghela nafas.
Aah... waktu hidupnya diperpanjang, kan? Kau bodoh sih. Kenapa kau yang mati? Yah, kita mati sama-sama ya. Haha..
   Osomatsu...
 Silau.
Tuh kan, jiwamu dipenuhi cahaya surga dan sayapmu putih membentang indah. Apa ku bilang!
Nn?
Kenapa tanganmu menjulur padaku?
Tidak, tidak, terima kasih. Nanti aku terbakar hangus.
Eh?
Kenapa tanganku bergerak sendiri meraih tanganmu?
Tidak! Jangan! Jangan!! Jangan menangis, bodoh!
Ah, ternyata yang bodoh itu memang aku...
Mataku terpejam.Aku terbakar.
Dengan cepat tubuhku berubah menjadi pasir merah yang perlahan tersaput angin.

Omake

Pertama kali kubuka mata, cahaya menyilaukan langsung menyerang penglihatanku. Setumpuk pasir merah ada dibawah kakiku yang tak menyentuh daratan. Tak ada ekor nakal yang bisa kugerakkan dibelakangku. Tak ada tanduk dikepalaku. Aku melayang tanpa sayap. Kenapa bisa? Kenapa kau besar sekali? Kenapa aku bercahaya? Sekarang aku ini apa? Tuyul? Jenglot? Arwah penasaran? Ah, yang pasti bukan arwah penasaran karena aku bukan manusia. Tapi, kenapa bisa???

Bukankah semenjak kau mengikutiku, kau berhenti melakukan kegiatanmu sebagai iblis?

Ah...
dia benar...
Entah sejak kapan aku berhenti menghasut orang lain. Aku memang selalu mengikutinya, tapi aku tidak pernah sekalipun menghasutnya melakukan hal jahat. Aku hanya mengikutinya saja kemanapun dia pergi. Memperhatikan apapun yang dia kerjakan.Eh, kenapa aku hanya memperhatikan?

↑ Top · Fandoms