Work Text
Keramaian tak membuatku lupa akan keberadaanmu. Saat aku memegang mikrofon yang menjadi sumber kekuatanku untuk bersuara, tatapku jatuh padanya. Kilau mahkota jelaga yang bersinar karena matahari membuatku semakin berdebar akan rasa cinta. Senyumnya tak lepas dari wajah yang ditujukan untukku. Aku percaya diri, jelas, karena tatapnya hanya padaku.Alunan melodi dari gitar, bass, drum, dan keyboard membawaku mengeluarkan seluruh isi hatiku. Tentu aku ingat betul dengan sentuhannya pada punggungku, yang memintaku untuk lebih semangat dan percaya diri. Suatu hal yang ingin kuulang lagi, sentuhannya.
Cintaku memang tak tampak,
Tapi aku selalu ingin memperlihatkannya padamu.
Bersediakah kau membuka matamu, menyisakan ruang di hatimu, membiarkan tempat kosong di sisimu,
Untukku?
Ah sial, pesonanya benar-benar membuatku candu.Jika dia menjadi orang terakhir pun, di kala semua orang telah meninggalkan bangku penonton, aku akan menyanyikan banyak lagu untuknya. Asal senyum itu selalu terpatri di wajahnya.
